Catatan 20 Oktober.
Fokus. Fokus. Beberapa hari saya ngerasa sulit banget buat fokus sama skripsi. Kerjaannya pengen bikin video aja. Seolah2 seluruh dunia menanti-nanti video YouTube saya, padahal nggak. Seriously, apapun yang saya omongin, pasti pernah diomongin sama orang lain. Iya ngga sih? Iya lah ya. Sama halnya dengan kata2 salah satu penulis favorit saya, tidak ada yang baru diatas langit biru. Eh, ngga ada yang benar-benar orisinal. Satu karya itu pasti terdiri dari kombinasi ide yang diambil dari karya-karya orang lain. Itulah yang disebut orang lain “orisinal” dan “unik”.
Btw lagi tadi pagi saya baca berita soal keadaan politik Indonesia. Pusing sih. Tapi agak lucu juga. Dan semalam saya bangun jam 12 karena tidur belum shalat isya, terus saya ngga tidur lagi sampai pagi. Apa yang saya kerjakan?
Baca novel. Novel detektif, lagi. Hm, agak berbau mistik. Ternyata keseluruhan novel itu agak mengecewakan tapi saya menghabiskan berjam-jam yang harusnya saya pakai buat istirahat untuk menyelesaikan novel itu. Ngga benar-benar selesai sih, saya skimming beberapa bab terakhir, dibaca sekilas-sekilas buat dapat gambaran besarnya aja. Habis itu saya ngerasa kosong. Trus nonton YouTube. Padahal saya udah ngga ada paket internet unlimited. Pas sampai di kampus dan ada wifi gratis, saya malah ngga ngerasa perlu buka YouTube. I felt so empty.
Catatan 25 Oktober
Lanjut. Procrastionation ternyata adalah masalah bagi banyak orang, dan bukan hanya saya aja. Saya abis baca soal penelitian Dan Ariely mengenai eksperimennya dengan deadline tugas murid-muridnya, dan menyadari bahwa deadlines, secara harfiah garis mati, atau batas waktu, adalah sesuatu yang penting. Pada banyak hal, kita perlu tahu caranya membatasi diri, atau semua hal di dunia ini akan bikin kita tertekan, dan akhirnya malah nggak mencapai apa-apa. Kita harus menetapkan prioritas dan mematuhi peraturan kita sendiri itu. Orang-orang seperti E dan F, teman2ku di gizi, adalah orang yang hebat dalam memprioritaskan tugas kuliah. At least dalam hal tugas kuliah mereka selalu tepat, bahkan di awal waktu.
Kalo kata F, dia ngga suka terburu-buru dan diburu-buru dalam mengerjakan sesuatu. Sama kok sebenarnya. Tapi kenapa, saya, dan banyak orang lainnya, tetap menunda-nunda pekerjaan walaupun itu selalu berakhir bikin pusing dan ‘berlari-lari’ mengejar deadline, sedangkan F dan E bisa mengerjakan sesuatu berdasarkan prioritas dan mencapai jauh lebih banyak (dan lebih tenang) dibandingkan yang lain. Mungkin saya bisa mencarinya di jurnal? Hey, ide bagus.
Fokus. Fokus. Beberapa hari saya ngerasa sulit banget buat fokus sama skripsi. Kerjaannya pengen bikin video aja. Seolah2 seluruh dunia menanti-nanti video YouTube saya, padahal nggak. Seriously, apapun yang saya omongin, pasti pernah diomongin sama orang lain. Iya ngga sih? Iya lah ya. Sama halnya dengan kata2 salah satu penulis favorit saya, tidak ada yang baru diatas langit biru. Eh, ngga ada yang benar-benar orisinal. Satu karya itu pasti terdiri dari kombinasi ide yang diambil dari karya-karya orang lain. Itulah yang disebut orang lain “orisinal” dan “unik”.
Btw lagi tadi pagi saya baca berita soal keadaan politik Indonesia. Pusing sih. Tapi agak lucu juga. Dan semalam saya bangun jam 12 karena tidur belum shalat isya, terus saya ngga tidur lagi sampai pagi. Apa yang saya kerjakan?
Baca novel. Novel detektif, lagi. Hm, agak berbau mistik. Ternyata keseluruhan novel itu agak mengecewakan tapi saya menghabiskan berjam-jam yang harusnya saya pakai buat istirahat untuk menyelesaikan novel itu. Ngga benar-benar selesai sih, saya skimming beberapa bab terakhir, dibaca sekilas-sekilas buat dapat gambaran besarnya aja. Habis itu saya ngerasa kosong. Trus nonton YouTube. Padahal saya udah ngga ada paket internet unlimited. Pas sampai di kampus dan ada wifi gratis, saya malah ngga ngerasa perlu buka YouTube. I felt so empty.
Catatan 25 Oktober
Lanjut. Procrastionation ternyata adalah masalah bagi banyak orang, dan bukan hanya saya aja. Saya abis baca soal penelitian Dan Ariely mengenai eksperimennya dengan deadline tugas murid-muridnya, dan menyadari bahwa deadlines, secara harfiah garis mati, atau batas waktu, adalah sesuatu yang penting. Pada banyak hal, kita perlu tahu caranya membatasi diri, atau semua hal di dunia ini akan bikin kita tertekan, dan akhirnya malah nggak mencapai apa-apa. Kita harus menetapkan prioritas dan mematuhi peraturan kita sendiri itu. Orang-orang seperti E dan F, teman2ku di gizi, adalah orang yang hebat dalam memprioritaskan tugas kuliah. At least dalam hal tugas kuliah mereka selalu tepat, bahkan di awal waktu.
Kalo kata F, dia ngga suka terburu-buru dan diburu-buru dalam mengerjakan sesuatu. Sama kok sebenarnya. Tapi kenapa, saya, dan banyak orang lainnya, tetap menunda-nunda pekerjaan walaupun itu selalu berakhir bikin pusing dan ‘berlari-lari’ mengejar deadline, sedangkan F dan E bisa mengerjakan sesuatu berdasarkan prioritas dan mencapai jauh lebih banyak (dan lebih tenang) dibandingkan yang lain. Mungkin saya bisa mencarinya di jurnal? Hey, ide bagus.
Comments
Post a Comment