Kenapa sih penting banget menjaga image kita?
Saya habis ketemu dosen, dan agak blank soalnya udah ada tanda-tanda mau sidang skripsi. Kok malah blank? Yah pokoknya begitu. Saya juga lagi baca Can You Keep a Secret-nya Sophie Kinsella dan saya suka banget. Karya-karya Soph Kinsella selalu menarik walaupun genrenya romance. Walaupun tulisannya, chicklit. Kesannnya kayak ABG gimana gitu. Ada satu novelnya yang masih berbahasa Inggris berjudul Wedding Night, dan sebenarnya saya tertarik banget sama novel itu, tapi setelah skimming saya takut patah hati. Yah. Masalahnya dengan novel bagus adalah ceritanya seringkali bikin kita ikutan emosional dan..kalo endingnya ga sesuai ekspektasi ya itu jadinya. Patah hati.
Yang menarik dari karya Soph Kinsella yang ini adalah tokoh utamanya yang selalu berusaha menyenangkan semua orang, dan akhirnya menjadi orang yang paling tidak bahagia. kalimat yang sering saya bilang setelah baca karya2 itu adalah ini: “Oh, dia kayak Santana-nya Daelyn.” Atau ”Kayak Linus-nya Audrey.” Santana dan Linus adalah tokoh laki-laki utama dari dua novel kesukaan saya, By the time you read this, I’ll be dead dan Finding Audrey(Bukunya ada di Perpustakaan UI, btw), dan kalo ketemu laki-laki yang sifatnya saya suka, tanpa sadar saya sering membandingkan ke kedua tokoh itu. Nah, sekarang tambah Jack Harper dari Can You Keep A Secret.
Kenapa?
Kenapa ya?
Selain ceritanya bagus, ya, mungkin karena tokoh2 cowok di novel2 itu menerima perempuannya apa adanya. Klise banget sih, tapi itu kalimat pertama yang muncul di pikiran saya setelah selesai baca ketiga cerita ini. Dan bukan hanya itu. Cowok2 itu membantu perempuan yang mereka cintai menjadi pribadi yang lebih baik. Seperti memberikan cermin diri baru yang lebih jernih, menggantikan cermin buram yang selama ini dipegang si perempuan buat menilai kehidupan. Dan dirinya sendiri. Dan orang-orang di sekelilingnya. Cie kan. Walaupun memang, kesannya girly banget. Kecuali kisahnya Daelyn.
Tapi di sisi lain, ada tipe cowok seperti suaminya tokoh utama di The Diet karya Edita Kaye (udah lama bacanya sampe lupa namanya) yang menawarkan bantuan, lalu pergi. Kayak pembuat peta jalan yang memberikan peta ke seorang pengelana, “Nih, aku punya ini buat kamu. Terserah kamu mau gunakan atau nggak. Pada akhirnya cuma kamu yang bisa membantu dirimu sendiri.”
Dan setiapkali baca cerita romance aku sering dihadapkan sama pertanyaan macam itu. Gimana kalo si cowoknya menyerah? Atau ceweknya ga mau mengakui perasaan? Gimana kalo..
Kalo ditarik ulur benang merahnya, itu ada hubungannya sama menjaga image. Pendapat orang lain tentang kita itu penting, sih, kayak ga mungkin kan kita mau kelas ketemu dosen dan ga pake baju rapih? Tapi ada saatnya juga kita jujur sama diri sendiri dan ga ikut- ikutan sesuatu cuma karena orang lain bilang itu keren. Akhirnya, kita cuma akan mengecewakan orang yang kita sayang kalau mereka tahu kita ternyata ga beneran punya minat yang sama dengan mereka. Atau pura-pura setuju sama pendapat mereka padahal sebenarnya nggak. dan hal-hal lain yang kalo diterusin masih banyak lagi.
Saya habis ketemu dosen, dan agak blank soalnya udah ada tanda-tanda mau sidang skripsi. Kok malah blank? Yah pokoknya begitu. Saya juga lagi baca Can You Keep a Secret-nya Sophie Kinsella dan saya suka banget. Karya-karya Soph Kinsella selalu menarik walaupun genrenya romance. Walaupun tulisannya, chicklit. Kesannnya kayak ABG gimana gitu. Ada satu novelnya yang masih berbahasa Inggris berjudul Wedding Night, dan sebenarnya saya tertarik banget sama novel itu, tapi setelah skimming saya takut patah hati. Yah. Masalahnya dengan novel bagus adalah ceritanya seringkali bikin kita ikutan emosional dan..kalo endingnya ga sesuai ekspektasi ya itu jadinya. Patah hati.
Yang menarik dari karya Soph Kinsella yang ini adalah tokoh utamanya yang selalu berusaha menyenangkan semua orang, dan akhirnya menjadi orang yang paling tidak bahagia. kalimat yang sering saya bilang setelah baca karya2 itu adalah ini: “Oh, dia kayak Santana-nya Daelyn.” Atau ”Kayak Linus-nya Audrey.” Santana dan Linus adalah tokoh laki-laki utama dari dua novel kesukaan saya, By the time you read this, I’ll be dead dan Finding Audrey(Bukunya ada di Perpustakaan UI, btw), dan kalo ketemu laki-laki yang sifatnya saya suka, tanpa sadar saya sering membandingkan ke kedua tokoh itu. Nah, sekarang tambah Jack Harper dari Can You Keep A Secret.
Kenapa?
Kenapa ya?
Selain ceritanya bagus, ya, mungkin karena tokoh2 cowok di novel2 itu menerima perempuannya apa adanya. Klise banget sih, tapi itu kalimat pertama yang muncul di pikiran saya setelah selesai baca ketiga cerita ini. Dan bukan hanya itu. Cowok2 itu membantu perempuan yang mereka cintai menjadi pribadi yang lebih baik. Seperti memberikan cermin diri baru yang lebih jernih, menggantikan cermin buram yang selama ini dipegang si perempuan buat menilai kehidupan. Dan dirinya sendiri. Dan orang-orang di sekelilingnya. Cie kan. Walaupun memang, kesannya girly banget. Kecuali kisahnya Daelyn.
Tapi di sisi lain, ada tipe cowok seperti suaminya tokoh utama di The Diet karya Edita Kaye (udah lama bacanya sampe lupa namanya) yang menawarkan bantuan, lalu pergi. Kayak pembuat peta jalan yang memberikan peta ke seorang pengelana, “Nih, aku punya ini buat kamu. Terserah kamu mau gunakan atau nggak. Pada akhirnya cuma kamu yang bisa membantu dirimu sendiri.”
Dan setiapkali baca cerita romance aku sering dihadapkan sama pertanyaan macam itu. Gimana kalo si cowoknya menyerah? Atau ceweknya ga mau mengakui perasaan? Gimana kalo..
Kalo ditarik ulur benang merahnya, itu ada hubungannya sama menjaga image. Pendapat orang lain tentang kita itu penting, sih, kayak ga mungkin kan kita mau kelas ketemu dosen dan ga pake baju rapih? Tapi ada saatnya juga kita jujur sama diri sendiri dan ga ikut- ikutan sesuatu cuma karena orang lain bilang itu keren. Akhirnya, kita cuma akan mengecewakan orang yang kita sayang kalau mereka tahu kita ternyata ga beneran punya minat yang sama dengan mereka. Atau pura-pura setuju sama pendapat mereka padahal sebenarnya nggak. dan hal-hal lain yang kalo diterusin masih banyak lagi.
Comments
Post a Comment