Oke, jadi ini entry dari tulisan hampir 2 pekan lalu. Dan sebaga tambahan, saya kadang aneh-aneh, ga selalu seperti yang keliatan di luar, like Austin Kleon writes, a warning to my readers.
13 Otober 2018
I had a strange dream last night.
Jadi mimpi saya ceritanya.. dua cowok yang saya sayang, mau nikah. Yang satu adalah my crush, yang satunya sahabat saya. Yang entah kenapa berwujud DK of Seventeen. Jelas banget. Di mimpi tsb “peran” DK adalah jadi sahabat saya. Padahal saya udah lama ga nonton Seventeen lagi. Suka2 dia aja lah mau muncul di mimpi yang mana. Anehnya di mimpi itu saya merasakan sedih merana (karena cowok pertama) ala ala drama Korea seperti pas kita tau orang yang diam-diam kita suka tiba-tiba ngasih kabar mau nikah sama orang lain. Rasanya.. seperti kesedihan yang nyata. Yang membuat kita menghela napas berat. Pas kebangun saya otomatis melakukan fast fact-checking in my mind, apakah dia mau nikah? Well, not that I know of. Saya merasa.. apa ya? Ga pernah kepikiran seberapa dalam perasaan saya. In the back of my mind saya tahu, saya dan dia punya ketidakcocokan yang mendasar, ga peduli seberapa kagum dan terkesannya saya sama dia. Like.. everytime we talk, I feel like he never really take me seriously. And I hate that. Beside the facts that he’s charming and fun and smart, still.
Saya rasa akan sulit buat saya punya pasangan hidup yang menganggap saya seperti anak kecil terus. Nggak pernah menganggap serius pendapat saya. Bukan berarti saya into feminisme atau apa, karena kadang-kadang saya nerima aja kalo di kampus lagi rapat misalnya dan disuruh pulang duluan karena udah malam, dan yang sejenis itu. Hal-hal yang kamu dapat (setidaknya di kultur Indonesia) karena kamu seorang perempuan.Tapi dalam hal berpendapat itu jadi satu hal yang penting, especially if you will spend the rest of your life with someone. You would want someone that's respect you, right?
Ini mungkin karena obrolan tentang tipe cowok ideal yang beberapa waktu lalu saya bahas sama beberapa teman, apa yang paling penting, apa yang bisa ditolerir, apa yang jadi pertimbangan terbesar kalo nanti punya suami, thing like that. Pembicaraan quarter-life-age women. Period. Life is never like K-drama memang. Dan DK, tenang aja DK. Kamu ga harus resign jadi penyanyi. Soalnya kamu kemungkinan besar ga akan nikah sama orang Indonesia. Di mimpi saya DK ceritanya curhat disuruh ganti profesi sama calon mertuanya, ga jadi entertainer lagi. Strange dream, so be it.
13 Otober 2018
I had a strange dream last night.
Jadi mimpi saya ceritanya.. dua cowok yang saya sayang, mau nikah. Yang satu adalah my crush, yang satunya sahabat saya. Yang entah kenapa berwujud DK of Seventeen. Jelas banget. Di mimpi tsb “peran” DK adalah jadi sahabat saya. Padahal saya udah lama ga nonton Seventeen lagi. Suka2 dia aja lah mau muncul di mimpi yang mana. Anehnya di mimpi itu saya merasakan sedih merana (karena cowok pertama) ala ala drama Korea seperti pas kita tau orang yang diam-diam kita suka tiba-tiba ngasih kabar mau nikah sama orang lain. Rasanya.. seperti kesedihan yang nyata. Yang membuat kita menghela napas berat. Pas kebangun saya otomatis melakukan fast fact-checking in my mind, apakah dia mau nikah? Well, not that I know of. Saya merasa.. apa ya? Ga pernah kepikiran seberapa dalam perasaan saya. In the back of my mind saya tahu, saya dan dia punya ketidakcocokan yang mendasar, ga peduli seberapa kagum dan terkesannya saya sama dia. Like.. everytime we talk, I feel like he never really take me seriously. And I hate that. Beside the facts that he’s charming and fun and smart, still.
Saya rasa akan sulit buat saya punya pasangan hidup yang menganggap saya seperti anak kecil terus. Nggak pernah menganggap serius pendapat saya. Bukan berarti saya into feminisme atau apa, karena kadang-kadang saya nerima aja kalo di kampus lagi rapat misalnya dan disuruh pulang duluan karena udah malam, dan yang sejenis itu. Hal-hal yang kamu dapat (setidaknya di kultur Indonesia) karena kamu seorang perempuan.Tapi dalam hal berpendapat itu jadi satu hal yang penting, especially if you will spend the rest of your life with someone. You would want someone that's respect you, right?
Ini mungkin karena obrolan tentang tipe cowok ideal yang beberapa waktu lalu saya bahas sama beberapa teman, apa yang paling penting, apa yang bisa ditolerir, apa yang jadi pertimbangan terbesar kalo nanti punya suami, thing like that. Pembicaraan quarter-life-age women. Period. Life is never like K-drama memang. Dan DK, tenang aja DK. Kamu ga harus resign jadi penyanyi. Soalnya kamu kemungkinan besar ga akan nikah sama orang Indonesia. Di mimpi saya DK ceritanya curhat disuruh ganti profesi sama calon mertuanya, ga jadi entertainer lagi. Strange dream, so be it.
Comments
Post a Comment