
Berubah. Semua orang ingin berubah. Ceile.
Satu waktu dalam kehidupan kita, pasti ada masanya kita jenuh dan nggak puas dengan kehidupan. Tapi kalau ada satu hal yang benar-benar saya pelajarin dari beberapa bulan terakhir (hampir satu semester!) pengerjaan (penyelesaian) bab-bab akhir skripsi adalah:
Waktu berlalu. Kalo dibiarin aja, waktu bakal berlalu aja gitu. Dunia berputar di sekeliling kita, tapi kitanya nggak maju-maju. That happens.
Dan apa yang saya lakuin ketika nunda2 ngerjain skripsi itu?
Well. Mostly? Nonton YouTube. Seriously. Binge watching from day to day. Itu sebabnya sekarang saya ada di sini, masih ngerjain revisi pasca sidang skripsi 4 Jan lalu. Sejak penelitian selesai bulan Mei tahun lalu.
Dan rasanya? Rasanya nggak enak. B a n g e t.
Tapi saya baru sadar akhir2 ini, kayak kata Sean Covey, nggak ad acara yang lebih baik untuk berubah selain dari skala waktu harian. Kita berubah dari hari ke hari. Dari satu hal ke hal lainnya.
Dan nggak ada cara lain untuk itu, tanpa kita maksa. Ya, maksa diri buat bangun, in my case, nyalain laptop, baca jurnal, bikin pembahasan. Perasaan kalah itu kadang perlu kita rasain aja, tapi jangan sampe bikin kita berhenti.
Salah satu teman saya ada yang bilang gini, “Hopeless doesn’t mean workless!”
Bonus: entry dari salah satu blogger favorit: tentang like-minded vs heart-minded people
Comments
Post a Comment