Actually I felt a little embarrassed to write this. Karena udah lama banget dan baru meluangkan waktu untuk nulis ini.
Beberapa bulan yang lalu, saya berkesempatan untuk sharing dgn ka Suci Fadhilah, founder dari @ceritaruangtengah di Instagram. Back story nya, intinya kita kenal dr dunia maya dan akhirnya saya minta untuk ketemu beliau di dunia nyata.. Saya ajak adek saya buat jadi cameraperson, DSLR punya dia, minjem tripod, dan akhirnya sampe juga ketemu di rumah kakaknya setelah ditunda janjian dua kali.
If u want to know what she did, one of her project is Cerita Ruang Tengah, dan ada side project lainnya. Dan ternyata pekerjaan sehari-hari beliau adalah dosen di Fasilkom UI. Untung baru tahu setelah ketemu, soalnya saya nggak pernah berteman dengan seorang dosen sebelumnya. Rasanya aneh. Walaupun secara teknis kakaknya bukan dosen saya, tetap aja. Oke, lanjut.
Ketemulah kita. Pertanyaan pertama yang saya ajukan buat kak Suci adalah, “Kenapa suka sharing?” (Disini saya ngerasa klise, but I felt the need to asked it anyway)
So she said, Kak Suci ingin punya sesuatu yang bisa beliau bagi untuk orang banyak. Awalnya karena kak Suci dan suaminya suka ngobrol2 di ruang tengah mereka dan ngerasa sayang aja kalau ga dibagikan ke orang lain. Mereka udah buat satu video di YouTube, dan setelah itu mulai program bookchain via Instagram.
Intinya kita bisa jadi member perpustakaan nya kakaknya dan habis itu pinjam buku sesuai list yang ada. Ada gdocs yang isinya daftar buku dan status peminjaman. Nanti bukunya bisa kita pinjam dengan datang sendiri atau dikirim. Dan ada biaya member sama biaya pengiriman buku. Idenya sederhana sih tapi seru juga gitu. Project ini buat kak Suci adalah sesuatu yang walaupun ga ada profit secara materi, tapi bikin perasaan happy, yang dilakukan tanpa memusingkan atau merasa terbebani seperti kalau kita kerja. Dan harapannya nantinya project ini nggak cuma jadi punya berdua aja sama suami, tapi bisa melibatkan lebih banyak orang.
Btw saya waktu itu ngerekam pake kamera, dan mungkin bakal lebih banyak yang liat kalo saya masukin ke YouTube, tapi dengan segala alasan dan hambatan akhirnya belum saya edit sampe sekarang. lucunya, rekaman "wawancara" saya sama kak Suci adalah satu-satunya yang saya rekam pake kamera DSLR. Anyway. Moved on.
Hal lainnya yang saya terkesan dari kak Suci adalah pendapatnya tentang generasi muda sekarang. Anak muda sekarang, misalnya mahasiswa tingkat akhir itu suka pada panik duluan. Galau karena belum punya rencana macem-macem, belum tahu lulus kuliah nanti mau ngapain. Hidup kita tuh akan kita jalanin seumur hidup, jadi nggak usah diburu-buru. Yang penting apa yang kita kerjakan ada progress nya. Nikmati prosesnya. Jangan berharap ngelakuin satu hal X, terus langsung berharap jadi ahli dan sukses dari situ. Kalaupun mau coba beberapa hal sekaligus ya nggak apa-apa, nanti dilihat mana yang klik dan mau kita tekuni.
“Ga ada yang instan se instan messaging app sekarang.” Itu kata-kata kak Suci yang paling saya inget, persis omongannya seperti itu. rasanya kalimat itu spesial buat saya, buat kita, yang kadang kebanyakan mengeluh daripada usahanya.
Dan karena saya datang ke rumah kak Suci buat liat-liat buku juga, jadi ceritanya bagi tips buat suka baca buku. Cari temen yang juga suka baca buku. Aku keinget my book buddy, yang waktu masih kuliah kadang-kadang kita bareng ke perpus buat cari novel, atau ketemu pas sama-sama lagi di perpus. Dan juga, Sean Covey pernah bilang di bukunya 7 Habits of Highly Effective Teens: “Ikatkan dirimu dengan orang lain.” Punya orang lain yang punya tujuan yang sama akan memudahkan kita supaya stick to the work. Bisa juga ikut komunitas. Wayy to easy to find one if u want to, in this digital era. Dan saya rasa ini bisa diaplikasikan buat banyak hal lain, misalnya, ngerjain skripsi. Hm, terutama yang satu itu.
Balik soal kebiasaan membaca. Satu-satu atau dua-dua baca bukunya?
Baca buku sesuai nyamannya kita aja, tapi kadang kalo butuh banyak referensi ya bacanya nggak satu-satu, bisa beberapa buku sekaligus. Atau baca dua buku sekaligus bagus untuk menghindari kebosanan. Hal yang sama pernah diomongin sama Najwa Shihab waktu ngisi acara di kampus. Wew, some things in life sometimes just collide each other.
Mungkin kalo ada hal yang bisa kalian ambil dari tulisan saya yang ini, ternyata kita nggak perlu selalu nunggu kesempatan datang ke kita. Kadang dengan sedikit kreativitas kita bisa menciptakan kesempatan buat diri kita. w
Comments
Post a Comment