Serba-serbi Pencari Kerja

Jadi beberapa hari lalu saya pergi wawancara kerja dan disuruh isi esai yang pertanyaannya kurang lebih begini:

1. Kenapa kamu tertarik melamar pekerjaan ini?
2. Kenapa kamu mau bekerja di perusahaan ini?
3. Apa yang bisa kamu berikan buat perusahaan?

Dua pertanyaan pertama, saya bingung. Seriously bingung. Saya nggak expect untuk dapat pertanyaan macam itu on the spot, karena saya kira setelah dipanggil bakal langsung wawancara. Tapi ternyata ada tes lagi. Singkat cerita, terisilah semua jawaban, ala-ala agak poci-poci. Tapi saya sendiri ngerasa jawabannya agak nggak jujur gitu. Karena alasan jujur pertama yang nongol di pikiran saya adalah: uang. Saya mau kerja karena saya butuh gajinya, haha. I’m not prepared to give any deep thoughts. Setelah itu ada semacam FGD (focus group discussion) sama pelamar kerja lainnya bikin tim gitu. Dikasih materi dan setelah itu dipresentasikan masing-masing grup.

Itu tahap 1. Tahap 2, barulah kandidat yang dianggap sesuai dipanggil buat wawancara. Kira-kira saya masuk yang mana? Saya termasuk yang abis sesi 1 langsung pulang, dong. Sepanjang acara beberapa kali saya pengen ngomong, nanya, atau nambahin pas bagian presentasi, tapi terlalu gugup dan akhirnya ga jadi. Mungkin ya salah satu faktor kenapa saya ga lolos ke tahap wawancara. Or simply the were others more suitable than me. Anyway, pengalaman seleksi kerja model begitu baru pertama kali buat saya. Dan saya pengen banget lolos ke tahap wawancara karena, salah satunya, saya pengen tahu apa yang bakal ditanyain sama pewawancaranya. Soalnya tes-tes yang dikasih sebelumnya seru banget. Walaupun masih gugup tapi overall saya senang ngejalaninnya. Rasanya nggak terlalu menyeramkan lagi.

Dan itu bikin saya mikir lagi. Dan lagi. Kenapa saya mau pekerjaannya? Kenapa di perusahaan itu?
Mungkin lain kali saya bisa ngasih jawaban yang lebih nggak klise.

Sementara ini saya lebih baik menikmati banyaknya waktu luang buat nulis, baca,belajar fotografi dan...er, ngedit video. Setelah selesai nonton tutorial. Karena ternyata nggak semua bisa dipelajari cuma lewat googling. Bener juga omongan Gitasav yang menurut saya perlu dijadiin mindset pencari kerja, apalagi anak muda.

Comments