Berbagi ya Berbagi Aja

Pernah ngga sih denger orang bilang, “Kalo dulu..” “I miss the old times when..”

Saya akhir-akhir ini (tepatnya sejak kemarin) lagi sering nonton MV lagu lamanya Super Junior, yang judulnya No Other. Salah satu alasannya karena Siwon was looking so good there. Walaupun yang lain keliatan masih muda dan culun dibandingkan sekarang, Siwon malah keliatan lebih kece. Juga Kyuhyun. Make upnya wajar nggak kayak porselen. Yaampun maksudnya bukan mau bahas bagian itu. Ada beberapa komentar yang bilang hal-hal kayak “I miss the old Kpop” dan “When YouTube is not all about views and likes,” dan jadi keinget kalo aku juga sempat terjebak dengan pemikiran seperti itu. Membandingkan hal-hal dulu dan sekarang. Lagi dan lagi. Generasi dulu dan sekarang. Ya nggak ada salahnya, dalam artian kita mengambil hal-hal baik yang dulu adalah norma dan sekarang mulai terlupakan. Bukan buat menjelek-jelekkan generasi muda yang nggak sepekerja keras anak muda dulu, anak perempuan yang ngga bisa masak, dll dkk yang kalau disebut semua bakal ngga habis-habis daftarnya.

Saya jarang ngerasa insecure karena media sosial, tapi ngerasain karena lagi sering ngecekin YouTube channel saya, ngeliat view video terbaru nambah atau ngga, dan lain-lain. Atau ada subscriber baru atau ngga. Kadang notifnya muncul kadang ngga soalnya. Tapi lama-lama ko capek ya. Pernah ada orang yang bilang “Ya di situ berbagi si berbagi, tapi kita mesti mikirin uangnya juga.” Justru itulah, kalo mungkin sebagian orang bikin channel YouTube supaya nantinya bisa menjadi full-time Youtuber, saya nggak mikir ke arah sana. Cause it will take the fun out of it.

Jadi nggak seru lagi. Yes, bukan berarti saya nggak memperhatikan video mana yang paling banyak ditonton orang, saya mikir pengembangan konten dari situ juga. Tapi kadang ada hal yang pengen diomongin, dibahas tapi nggak lagi ngetren. Terus gimana? Ya dibahas aja. Sesimpel itu. Mungkin kalo mau jadi fulltime Youtuber ngga akan bisa sesantai itu.
Dan lagi, mengutip kata-kata Miranda Benson, “Followers are not the same as fans”

Menjadi so-called influencer yang kerjaannya kalo dah punya nama jadi endorser macam-macam produk kynya nggak sesuai sama saya. I mean. Banyak youtuber yang akhirnya jadi dapat pemasukan dari sana, kan. Walaupun ada beberapa hal yang saya sayangkan, yaitu artis pada masuk ke YouTube. Dulu nggak, sekarang banyak banget. Mereka udah punya nama sebelum masuk ke sosmed, so. Channel yang saya ikutin sekarang sangat terbatas: pertama, channel yang sebenarnya jarang ditonton tapi saya support karena kontennya edukatif, dan kedua channel yang memang saya suka dan sering saya tonton. Merhatiin ngga kalo di Yt saya ngga lagi bilang jangan lupa like and share (sempat beberapa video ada outro ky gitu)? Yah. Soalnya ngga semua orang bakal suka apa yang saya buat. Walaupun bikinnya udah niat banget. Jadi berbagi ya berbagi aja.
Btw saya lagi suka nonton Lauren Cimorelli, terutama yang episode Lauren's Take

Comments