Puisi untuk 2020, Antara Seorang Pakar dan Amatir

 


Photo by Jessica Delp on Unsplash

Sebuah puisi untuk ibu pertiwi, dari anak negeri yang prihatin tapi saat ini cuma bisa duduk nonton berita sambil makan indomie. Menuju pergantian 2020 ke 2021, semoga nggak makin banyak peristiwa yang bikin geleng-geleng kepala. Semoga kita masih bisa memelihara harapan, walaupun kecil kayak bunga di atas, tapi ada.


Antara Seorang Pakar dan Amatir

Jadi orang pintar di negeri ini

Tak banyak gunanya, kini

Kalau tiada tangan kekuasaan menaungi

Suaramu teredam kepentingan sana-sini


Jadi pakar sekarang ini,

Butuh lebih dari sekadar kualifikasi

Kau harus lihai tampil mengintimidasi

Agar kuli ketik ramai mencari


Beropini di masa sulit ini

Boleh bilang apa saja, sesuka hati

Asal jaringan internetmu mati, 

Tak ada kuota, tanpa wifi


Atau seperti amatir begini

Tulis saja sebait dua puisi.


- Hanifa

P.S. Cek obrolan buku dan puisi Hanifa lainnya di @ruangbukudide

Comments