Photo by Roman Kraft on Unsplash
Akhir-akhir ini sering hujan.
Deras seperti sendu di hatiku.. >.<
Alkisah tadi pagi. Berbekal galau
mau mandi dulu apa makan dulu, tapi terus sadar nggak ada nasi, saya masak nasi
(a.k.a masukin beras ke rice cooker) sambil dengerin podcast Thirty Days of
Lunch season 1. Ada di Spotify yang judulnya Lunch #12: Career 101 Love What
You Do vs Do What You Love, Passion, & Ikigai. Saya udah pernah denger
episode itu tapi inget merasa sangat terhibur sebagai fresh graduate dan
ternyata masih terhibur walaupun sekarang udah bukan graduate yang fresh.
Saya jadi kepikir buat yang baru lulus kuliah, pasti berat banget ya untuk nyari kerja? Takut kena virus, mulai dari virus penyakit sampe virus komputer. Ah, Hanifa kok garing kayak wafer yang berlapis ratusan. Ngomong-ngomong soal garing, akhir-akhir ini saya lagi punya kebiasaan baru, yaitu baca novel digital di web Cabaca.id, Wattpad, juga Storial.
Di Cabaca,
kita mesti kumpulin kerang-- istilah imutnya padahal maksudnya mah disuruh
bayar. Di Storial ada cerita premium ada yang free semua. Kalo di Storial
istilahnya beli koin. Biasanya ada beberapa bab awal yang gratis, lalu baru
kalo mau baca bab selanjutnya beli koin-koinan dan kerang-kerangan.
Awalnya baca-baca untuk riset kerjaan, nemu
yang garing-garing ceritanya (terutama di Wattpad), tapi ternyata ada yang seru juga. Dari sekian
cerita yang dibaca bab awalnya, saya rela beli kerang buat baca di Cabaca sejauh
ini dua: You’re Expired! karya Finkfink dan Artemis: Rebellion tulisannya
Daniel Ahmad. Tapi baca Artemis yang merupakan cerita dystopia (macam The Hunger
Games gitu tapi latar ceritanya di Indonesia) yang berhasil bikin emosi jungkir
balik dan udah lama rasanya nggak baca novel lokal yang seberkesan itu, sepanjang ingatan cuma novel-novel om Tere Liye dan Ahmad Fuadi. Ada juga lainnya tapi karya penulis lama.
Btw di Cabaca itu semua naskah yang masuk diseleksi, lebih mirip penerbitan buku biasa, makanya ceritanya lebih bagus-bagus dari platform baca lainnya. Jadi mengubah pikiran saya yang tadinya paling ogah baca novel online, tapi yaa sebenarnya cerita yang bagus ya bagus aja, apapun formatnya. Tapi walaupun beli bab jatuhnya lebih murah dari novel cetak teteup pake kuota si bacanya. Novel digital nggak akan menggantikan kesenangan baca novel cetak, tapi bisa jadi selingan yang lumayan daripada menuh-menuhin lemari dengan buku baru.

Comments
Post a Comment