Sepekan Hidup di Pekan ke-2 Februari 2021

 

Perpustakaan UI, 2018

Awalnya nonton weekly recap berita nasional channel jurnalis Bang Arief, jadi mikir, kenapa saya nggak bikin juga? Walaupun hidup saya bukan sesuatu yang layak masuk berita, tapi rasanya merangkum hal penting selama sepekan bisa jadi membantu pikiran saya memproses hal-hal yang kesannya nggak masuk akal.

9 Februari

Ada orang yang mengirim follow request, dan saya kira orang random lainnya, atau olshop. Ternyata a blast from the past. Seorang teman yang sudah beberapa tahun nggak berkabar, orang yang akan saya definisikan sebagai good girl, cool girl dari bimbel saya sewaktu mau ujian SBMPTN dulu.  Saya nggak pernah terlalu dekat sama teman ini, tapi menyenangkan mengingat masa-masa penuh airmata (duh) tapi juga tawa itu. Salah satunya karena sahabat orang ini, yang dulu kemana-mana berdua dan akhirnya kuliah di kampus yang sama, pernah ketemu sama saya sekitar satu setengah tahun lalu di foodcourt Detos Depok. Mal? Apa itu? jetlagpandemi.com

Mungkin buat orang yang terbiasa punya banyak teman, janjian berdua bertemu teman lama bukan hal istimewa, tapi spesial buat saya karena waktu kecil saya kuper, juga pernah dirisak pas SMP. Teman saya waktu itu harus mengejar pesawat ke bandara beberapa jam kemudian, tapi menyempatkan diri ketemu saya walaupun ujungnya abis makan mbaknya buru-buru pergi mau naik Damri ke bandara.

Perasaan yang menyenangkan. Follow request yang membangkitkan kenangan manis.

12 Februari

Tanggal merah. Adik saya  di rantauan pulang tiga hari. Mengobrol banyak, salah satunya perbedaan budaya Indonesia dan Jepang walaupun sama-sama punya budaya sopan santun Asia. Saya lagi mau ikut lomba cerpen bertema negara impian yang ingin dikunjungi, terus keingat Zaky pernah student exchange 3 bulan ke Jepang waktu kuliah.  

Orang Jepang tuh malu, katanya. Malunya gimana ya..susah dijelasin. Terus nggak mau banget ngelanggar peraturan. Akhirnya cerita soal pernah waktu habis kunjungan ke sebuah pabrik (Z kuliah teknik mesin), mahasiswa Jepang yang nganterin anak-anak exchange ini bersikeras nganterin mereka balik ke stasiun kereta dekat kampus karena dosennya nyuruh begitu. Padahal anak-anak ini mau mampir ke masjid daerah situ, yang berkebalikan sama arah balik ke kampus. Mereka mikir sederhana ‘yaudah kan kunjungan udah selesai, kita bisa pulang sendiri kok.’

Tapii teman Jepang nya ini ngotot banget dan akhirnya mereka balik ke stasiun sesuai titah sang dosen. Lah, itu mah bukan peraturan yang mesti kaku, kalo kita mikirnya. Kirain peraturan kampus atau lalu lintas yang dilanggar. Berlebihan? Ya itu menurut standar kita orang Indonesia. Terus kalo ada orang jatuh di jalan mereka malah minta maaf ketika dibantuin, ngerasa nggak enak. Di sini mah pada makasih.

13 Februari

Keponakan rusuh pada datang buat memilah sampah plastik di belakang rumah, sementara bank sampah lagi tutup karena coro-na. Tidur siang, minum kopi karamel yang rasanya lumayan (biasanya nggak suka), nothing much. Oh, masih merenungi artikel tentang bisnis 'sosial' di Jepang yang kemarin saya baca dan bikin baper sekaligus bersyukur karena punya keluarga tempat saya bisa ngomong apa adanya kalo ada apa-apa. 

14 Februari

Masih dalam rangka riset soal budaya Jepang, saya nonton video rekomendasi teman soal makanan cepat saji-tapi-sehat di sana. Nonton juga dokumenter lainnya, sampe nemu reportase DW News (media Jerman) tentang muslim Indonesia yang nadanya super negatif. Media Barat emang rata-rata negatif sih soal Islam dan muslim, tapi kita kan disini nggak ngapa-ngapain? Bukan Timur Tengah yang memang rawan konflik dan berada di situasi perang.  Well, now you know, Han. 

Kalo penasaran cari sendiri di YouTube ya judulnya Indonesia: Diversity Under Threat. Disclaimer sebelumnya ini menurut saya sangat bias, so ambil risiko sendiri buat nonton. Saya cuma berhasil nonton beberapa menit awal abis itu sebal haha. Deskripsi video yang menyebut ‘Islamists’ aja udah merendahkan apalagi isi beritanya.. Ampe pas kebangun tengah malam kepikiran, terus susah tidur lagi. Bangun badan jadi kerasa lemas walaupun tidur cepat. Hadu.

Begitulah rekap seminggu terakhir versi Hanifa. Dibuat berdasarkan isi jurnal dan hal-hal paling diingat aja. 

 

Comments