Hari Melupakan Sedunia

Saya habis nonton vlognya gitasav “Setelah S1, What’s next?” dan ngerasa itu membantu saya banget. Saya more less ngerasa kayak gitu overtime, dari awal kuliah sampai sekarang I feel like almost a totally different person. Mindset, at least, itu banyak berubah.

Terutama pasca drama permagangan yang ngga ngerti lagi luarbiasa chaos. Semester 7 itu bener-bener ujian hidup yang bikin saya mempertanyakan eksistensi diri, ceilah. Lebih enaknya disebut menempa kedewasaan diri dan memaksa saya meneliti kembali jalur hidup yang selama ini dijalani, udah bener belum si? Tujuannya ke mana? Tujuannya worth my time and effort atau ngga?

Lagi, juga bikin saya merasa bersyukur dengan adanya orang-orang, peristiwa, momentum, yang Allah kirim untuk saya, yang ujungnya memaksa saya berkaca diri tadi. Pernah saya lihat postingan di Instagram yang isinya, “Kalo ada satu hari melupakan sedunia, ap yang bakal kamu pilih buat dilupakan?” Orang-orang jawab semi curcol gitukan di kolom komentar. Saya tulis,” Ngga ada. Karena semua hal, baik ataupun buruk itu pasti ada pelajarannya buat kita.” Habis komen itu ke send, saya amazed sendiri. Lah? Sok bijak banget si keliatannya haha. Tapi setelah direnungi lagi, I really meant it.

Like, kita semua punya kacamata yang kita pakai untuk memandang kehidupan. Terutama pas kuliah, yang kurang lebih 4 tahun itu, saya rasa bakal rugi banget kalo masa itu ga kita pakai buat memperbaiki lensa yang kita pake untuk melihat dunia. Some of us entering college with an already nice and shiny mind-lens, but many had broken ones, like mine. Buat kalian yang mampir kesini, yang masih sekolah dan kuliah, gunakan kesempatan berharga di kampus itu untuk belajar jadi orang yang jauh lebih baik ketika kalian keluar dibandingkan ketika masuk. IPK aja itu bisa didapat dengan jalur cepat. Sukses secara materi bisa didapat dengan jalur haram, mencurangi rekan kerja, dkk.

Beda dengan pikiran yang terdidik, seperti istilah Sean Covey, kita harus usahakan sendiri. Ngga ada gelarnya, ga semua orang menghargainya, tapi percayalah, I said this not just cause I’m a muslim but from experiencing it myself, Allah pasti liat. Orang-orang yang kalo kalian temenan sama mereka hidup kalian bakal tenang-damai-bahagia-sentosa juga bisa merasakan itu, cepat atau lambat.

Like attracts like.
Jodoh itu.. bukan cuma dalam hal pasangan menikah.
Jodoh rekan kerja yang asik, jodoh teman2 yang baik.
Itu semua rezeki yang ngga bisa diukur materi. Right?

XOXO,
Hanifa

Comments