Layak (Berbagi) atau Nggak

Saya lagi buka buku catatan saya yang lama, cari bahan tulisan yang mungkin menarik tapi udah saya lupain, dan nemu quote ini. Tulisan Erik Qualman, author dari salah satu buku non-fiksi favorit saya.

We should be happy that we are worthwhile enough for someone to take the time to reach out to us. Start thinking less about what you can take from this world and more about what you can give back.
- Erik Qualman in Digital Leader

Kalau ada orang yang nanya, Hanifa orangnya gimana sih? Sejujurnya, tingkat kepercayaan diri saya pernah segitu rendahnya sampai kalau ada orang yang nanya pendapat saya, minta saran, saya heran. Apa yang bisa saya kasih? Like, you trust me? Really?

Tapi, seperti kata Equalman, kadang kita harus menerima saja dan menganggap hal itu wajar. Walaupun pada saat itu kita mungkin (rasanya) nggak bisa menemukan satu kelebihan kita yang bikin kita worth. Sampai sekarang saya masih suka heran kalo follower saya di sosmed atau subscriber Yt nambah. Padahal saya lagi nggak banyak bikin konten, kebanyakan consuming other’s people content. Saya selalu suka ide untuk bisa narik orang buat tertarik sama kita, atau apa yang kita buat, atau yang istilah sekarang, digital marketing. Gimana caranya? Apa yang bikin orang tertarik?

Walaupun saya lebih senang ada di balik layar, bikin sesuatu. Yang bikin orang lebih tertarik sama karya, bukan si pembuat karya. Kalo kata Austin K, hal terbaik yang bisa didapatkan orang lain dari seorang seniman adalah karya mereka. Orang nggak harus tau kalo kamu jarang mandi, atau takut kecoa, atau kekurangan-kekurangan lainnya. Put the guilty feeling aside for awhile.

Kalo nggak, mungkin kita bakal terjun ke area depresi dan selalu merasa diri kita kurang. Itu perasaan yang mengerikan, beneran. Seolah-olah kita nggak bakal bisa bahagia lagi. Tapi kalau kita bisa bertahan we could come out stronger. At least that’s what I’ve learned.
Kalau ada sesuatu yang kita bisa dan bisa dibagi, ajarin ke orang lain, kenapa nggak? Tanpa kelamaan dipikirin layak atau nggak nya. Habis itu kita harus terus belajar lagi deh. Soalnya jadi tau apa yang kurang kalo udah ngajarin ke orang lain.


Comments