Saya habis dapet DM Instagram beberapa hari lalu yang intinya nanya-nanya soal gap year, atau kuliah di tahun kedua setelah mengulang ujian SBMPTN. Saya nggak nyangka bakal ada yang reach out dan nanya2 macam tu, mengingat subs di YouTube nggak seberapa banyak. Awalnya biasa aja tapi lama-lama pertanyaannya makin menyempit dan bikin saya agak terganggu.
Kenapa?
Karena semua orang punya perjalanannya masing-masing. Cara belajar saya, bisa jadi berhasil buat saya, tapi nggak berhasil buat yang lain. Pertanyaan teknis seperti merk buku soal apa yang dipakai, belajarnya berapa jam dalam sehari, adalah pertanyaan yang bikin pengen bilang, “kamu cari tau aja sendiri kenapa deh,”
Kita harus tahu batasan. Batasan kita sendiri, dan juga orang lain.
Nggak semua orang siap (atau bersedia) untuk jadi guru, apalagi jawab pertanyaan yang bukan tempatnya buat mereka jawab.
Bukannya nggak mau berbagi, tapi nggak semua yang saya lakukan akan cocok sama orang lain. Setiap orang perlu menemukan gaya belajarnya sendiri. Mungkin kakak-kakaknya yang udah lolos SBMTPN dari gap year punya kebiasaan yang bisa jadi ide belajar, tapi kalopun beda cara belajar ya wajar. Karena orangnya beda. Pikirannya beda. Pengalamannya beda.
Dan blogger Austin Kleon menjelaskannya dengan baik. Needless for me to say more.
Tapi kalo dipikir lagi, mungkin begini rasanya dikenal orang. Kadang orang jadi merasa punya hak untuk minta kita menjawab pertanyaan yang seharusnya dia jawab sendiri. Belum lagi yang curhat. Yang bikin heran juga adalah pertanyaan macam begini: "dapet kerjanya gampang ngga kak kalo kuliah di PTN?"
Terakhir, ingat saja ini, sesuatu yang klise, tapi ada kebenaran di dalamnya: nggak ada yang sempurna.
Kenapa?
Karena semua orang punya perjalanannya masing-masing. Cara belajar saya, bisa jadi berhasil buat saya, tapi nggak berhasil buat yang lain. Pertanyaan teknis seperti merk buku soal apa yang dipakai, belajarnya berapa jam dalam sehari, adalah pertanyaan yang bikin pengen bilang, “kamu cari tau aja sendiri kenapa deh,”
Kita harus tahu batasan. Batasan kita sendiri, dan juga orang lain.
Nggak semua orang siap (atau bersedia) untuk jadi guru, apalagi jawab pertanyaan yang bukan tempatnya buat mereka jawab.
Bukannya nggak mau berbagi, tapi nggak semua yang saya lakukan akan cocok sama orang lain. Setiap orang perlu menemukan gaya belajarnya sendiri. Mungkin kakak-kakaknya yang udah lolos SBMTPN dari gap year punya kebiasaan yang bisa jadi ide belajar, tapi kalopun beda cara belajar ya wajar. Karena orangnya beda. Pikirannya beda. Pengalamannya beda.
Dan blogger Austin Kleon menjelaskannya dengan baik. Needless for me to say more.
Tapi kalo dipikir lagi, mungkin begini rasanya dikenal orang. Kadang orang jadi merasa punya hak untuk minta kita menjawab pertanyaan yang seharusnya dia jawab sendiri. Belum lagi yang curhat. Yang bikin heran juga adalah pertanyaan macam begini: "dapet kerjanya gampang ngga kak kalo kuliah di PTN?"
Terakhir, ingat saja ini, sesuatu yang klise, tapi ada kebenaran di dalamnya: nggak ada yang sempurna.

Comments
Post a Comment